Lubuksikaping, Humas MAN SaPas.
Kepala MAN 1 Pasaman, H. Ade Pabrian, menyampaikan bahwa pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadhan 1447 H di MAN 1 Pasaman dilakukan melalui tiga fase utama yang menitikberatkan pada penguatan karakter, keagamaan, dan kepedulian sosial peserta didik.
Fase pertama adalah penguatan ikatan keluarga yang dilaksanakan pada awal Ramadhan. Pada tahap ini, siswa sepenuhnya bersosialisasi dengan keluarga di rumah di bawah pengawasan orang tua tanpa intervensi dari pihak madrasah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kedekatan emosional, pembiasaan ibadah di lingkungan keluarga, serta penanaman nilai-nilai keislaman sejak dari rumah.
Fase kedua merupakan pembelajaran di madrasah yang difokuskan pada peningkatan kualitas keagamaan siswa. Materi yang diberikan meliputi perbaikan bacaan Al-Qur’an (tahsin), pemahaman kandungan Al-Qur’an (fahmil Qur’an), penguatan akhlakul karimah, refleksi diri, serta praktik ibadah sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang religius, berkarakter, dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik.
Fase ketiga adalah masa libur Idul Fitri. Pada tahap ini, siswa diarahkan untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai kepedulian sosial serta mempererat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
H. Ade Pabrian berharap melalui tiga fase pembelajaran Ramadhan tersebut, siswa MAN 1 Pasaman tidak hanya meningkat dalam aspek akademik keagamaan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
(Humas MAN SaPas).